Breaking News
light_mode
Tags

PETI Tetap Beroperasi Massif di Kotanopan, Wabup Atika Dinilai Mandul dan Gagal Jaga Kampung Halaman

  • account_circle Muttaqin
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PANYABUNGAN — Sergapkriminal. Com

Komitmen penegakan supremasi hukum di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menjadi sorotan tajam. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Kotanopan disebut masih berlangsung secara terang-terangan, meski pemerintah daerah dan Satgas PETI Forkopimda sebelumnya telah menjanjikan langkah penindakan.

 

Janji penindakan tersebut kini dinilai sebagian pihak hanya sebatas “garang di atas kertas”. Di lapangan, aktivitas pertambangan ilegal diduga masih berjalan dan berpotensi memperparah kerusakan lingkungan di kawasan Kotanopan.

 

Berdasarkan dokumentasi visual dan informasi warga yang diterima media pada Rabu, 9 September 2026, sejumlah unit ekskavator bersama peralatan pertambangan, seperti erekan dan box, terlihat beraktivitas di kawasan pinggir Jalinsum, tepatnya di belakang Masjid Al-Muhtadin, Jambur Tarutung, Pasar Kotanopan.

 

Aktivitas tersebut memunculkan kembali pertanyaan publik mengenai efektivitas Satgas PETI dan keseriusan pemerintah daerah dalam menghentikan praktik pertambangan tanpa izin.

 

Nama Kades GD Kembali Disebut

 

Sejumlah warga menduga aktivitas tersebut masih berkaitan dengan pemain lama dalam jaringan PETI di Kotanopan. Salah satu nama yang kembali disebut adalah oknum kepala desa berinisial GD.

 

Menurut informasi warga, GD diduga menggunakan modus meminjamkan alat berat kepada kerabatnya untuk menyamarkan keterkaitan dirinya dengan aktivitas pertambangan.

 

“Pemainnya masih orang lama. Alat berat itu diduga dipinjamkan kepada saudaranya agar nama pemiliknya tidak terlihat. Kami berharap aparat tidak hanya melihat siapa yang berada di lokasi, tetapi juga menelusuri siapa pemilik alat dan siapa yang mengendalikan kegiatan tersebut,” ujar Lubis, salah seorang warga Kotanopan kepada pers.

 

Dugaan tersebut tentu membutuhkan pembuktian dan pendalaman aparat penegak hukum, termasuk penelusuran kepemilikan alat berat, lahan, aliran dana, serta pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas PETI.

 

Lokasi Disebut Dekat Kediaman Orang Tua Wabup

 

Yang menjadi perhatian publik, lokasi aktivitas PETI yang dilaporkan warga tersebut disebut berada tidak jauh dari kediaman orang tua Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution.

 

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap aktivitas PETI yang berlangsung di wilayah yang disebut sebagai kampung halaman Wakil Bupati tersebut.

 

Ketua Yayasan Pemuda Untuk Madina Hijau (YPMH), Saidul Anwar Rangkuti, meminta Atika memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

 

“Tidak mungkin aktivitas PETI yang berlangsung bertahun-tahun di Kotanopan tidak diketahui pemerintah daerah. Apalagi ada informasi bahwa lokasinya berada tidak jauh dari kediaman orang tua Wakil Bupati. Kami mempertanyakan mengapa sampai sekarang belum ada pernyataan tegas dari beliau,” ujar Saidul dalam keterangan pers di Panyabungan.

 

Menurutnya, Wakil Bupati perlu menjelaskan posisi pemerintah daerah terhadap maraknya aktivitas PETI di Kotanopan, termasuk memastikan apakah Satgas PETI benar-benar bekerja secara independen dan tanpa intervensi pihak mana pun.

 

Diminta Klarifikasi Dugaan Keterkaitan Keluarga

 

Saidul juga meminta Atika memberikan klarifikasi terhadap berbagai rumor yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan keterkaitan dirinya maupun keluarganya dengan aktivitas PETI di Kotanopan.

 

“Kami mendapatkan informasi yang perlu diklarifikasi mengenai lahan yang disebut-sebut berada di sekitar Gapura Selamat Datang Kotanopan dan pernah dikelola oleh GD untuk aktivitas PETI. Atika harus menjelaskan kepada publik, benar atau tidak informasi tersebut,” katanya.

 

Ia menegaskan, permintaan klarifikasi tersebut bukan berarti tudingan tersebut telah terbukti, melainkan diperlukan untuk menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

 

“Kalau memang tidak benar, jelaskan secara terbuka. Kalau ada persoalan hukum, biarkan aparat yang membuktikan. Jangan sampai masyarakat terus dibingungkan oleh rumor,” tegasnya.

 

Satgas PETI Dipertanyakan

 

Saidul juga mempertanyakan efektivitas Satgas PETI Madina yang selama ini diharapkan menjadi ujung tombak pemberantasan aktivitas tambang ilegal.

 

Menurutnya, jika aktivitas PETI masih berlangsung secara terbuka, maka pemerintah harus menjelaskan kendala penindakan di lapangan.

 

“Jangan sampai Satgas PETI hanya menjadi formalitas. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya rapat dan pernyataan. Kalau memang ada pelanggaran, lakukan penindakan sesuai hukum,” katanya.

 

Ia menilai pembiaran terhadap aktivitas pertambangan ilegal berpotensi memperbesar kerusakan lingkungan sekaligus mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum.

 

“Negara tidak boleh kalah di hadapan kekuatan uang. Kalau benar aktivitas PETI masih berlangsung, pemerintah dan aparat harus menunjukkan bahwa hukum tetap memiliki marwah,” tegas Saidul, yang merupakan mantan aktivis PMII.

 

Minta Kapolri Turunkan Tim Bareskrim

 

Menyikapi kondisi tersebut, YPMH mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar memberikan perhatian serius terhadap dugaan maraknya PETI di Kotanopan.

 

Ia meminta apabila aparat penegak hukum di tingkat daerah mengalami kendala, maka Mabes Polri dapat melakukan supervisi atau menerjunkan tim untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif.

 

“Negara harus hadir. Bila memang ada dugaan jaringan mafia tambang yang sulit disentuh di tingkat daerah, kami meminta Mabes Polri turun melakukan penyelidikan. Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil, tetapi tumpul terhadap pemilik modal,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penindakan harus dilakukan berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku, bukan berdasarkan tekanan maupun kepentingan politik.

 

“Kalau terbukti melakukan pelanggaran, siapa pun orangnya harus diproses. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegasnya.

 

Belum Ada Tanggapan Pemkab

 

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal maupun Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution terkait tudingan dan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini.

 

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan elektronik kepada Wakil Bupati, namun hingga berita diterbitkan pesan tersebut belum mendapat respons.

 

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada Wakil Bupati, Pemkab Madina, Kepala Desa berinisial GD, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi dan informasi pembanding sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

(Tim).

  • Penulis: Muttaqin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GILA! Meunasah Aron Glumpang VII Paling Parah — 107 KK Diduga Kena Pungli Rp21,4 Juta Uang Hunian

    GILA! Meunasah Aron Glumpang VII Paling Parah — 107 KK Diduga Kena Pungli Rp21,4 Juta Uang Hunian

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Macan
    • visibility 269
    • 0Komentar

    SergapKriminalCom, ACEH UTARA | Dugaan pungutan liar (Pungli) uang hunian mencuat di Meunasah Aron Glumpang VII , Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Jumat 25 September 2026. Sebanyak 107 KK di Meunasah Aron Glumpang VII diduga dimintai uang sebesarRp200 Ribu per KK dalih buat admin, diduga atas perintah Geuchik Meunasah Aron, Iskandar. Modus: Perangkat Dusun […]

  • Babinsa Ikut Turun ke Sawah, Gulma Dibersihkan Demi Padi Tumbuh Subur

    Babinsa Ikut Turun ke Sawah, Gulma Dibersihkan Demi Padi Tumbuh Subur

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

      SergapKriminal.Com | Aceh Utara  Hamparan sawah yang menghijau di Desa Ulee Gampong, Kecamatan Cot Girek, tampak lebih ramai dari biasanya. Di sela-sela tanaman padi, Babinsa Koramil 20/Cot Girek Kodim 0103/Aceh Utara, Kopda Joko Lelono, terlihat ikut membungkuk bersama warga mencabut gulma yang mulai memenuhi lahan. Suasana penuh keakraban itu membuat pekerjaan di sawah terasa […]

  • Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi.

    Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi.

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    LEBAK, BANTEN – Sergapkriminal. Com 11 September 2026// Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali viral di media sosial dan memicu keresahan publik secara meluas. Menanggapi isu krusial tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Laskar NKRI Provinsi Banten angkat bicara dan menuntut ketegasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) agar […]

  • Pria Muda Tewas Ditikam BADIK di Pasar, Polisi Selidiki Motifnya

    Pria Muda Tewas Ditikam BADIK di Pasar, Polisi Selidiki Motifnya

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 87
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | MAKASSAR – Tragedi penusukan di indekos dekat Pasar Terong, Makassar terjadi pada Minggu malam, 30 Agustus 2026 pukul 21.15 WITA, yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial MA (28 tahun) tewas setelah ditikam oleh rekan sesama penghuni indekos menggunakan sebila badik pada bagian lehernya, kota makassar, provinsi Sulawesi selatan. Senin 31 Agustus 2026// Dari laporan […]

  • Dandim 0104/Atim dan Bupati Aceh Timur Berlaga dalam Pertandingan Mini Soccer Persahabatan

    Dandim 0104/Atim dan Bupati Aceh Timur Berlaga dalam Pertandingan Mini Soccer Persahabatan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Aceh Timur – Jumat (31/07/2026). – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai pertandingan mini soccer persahabatan yang mempertemukan Kodim 0104/Aceh Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, Polres Aceh Timur, dan tim PT Medco E&P Malaka. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan […]

  • Rp3,8 Juta untuk Retret Kepala SMP di Tengah Efisiensi, Dinas Pendidikan Kuningan: Anggaran dari Mana

    Rp3,8 Juta untuk Retret Kepala SMP di Tengah Efisiensi, Dinas Pendidikan Kuningan: Anggaran dari Mana

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sergapkriminal. Com – Kuningan, Sabtu 22 Agustus 2026,- Kegiatan retret seluruh kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, mulai Jumat hingga Minggu, menuai sorotan publik.   Kegiatan yang disebut-sebut melibatkan biaya sekitar Rp3,8 juta per kepala sekolah tersebut menjadi pertanyaan […]

expand_less