Breaking News
light_mode
Tags

Sekian Lama Diam, Kini Saatnya Ulama Aceh Turun Gunung, Musyawarah Sikap Aceh Terhadap NKRI.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh) 8/8/2026 – Sebuah wilayah di ujung pulau sumatra yang tak pernah bisa ditaklukan oleh bangsa manapun, kini rela bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Repoblik indonesia (NKRI).

Aceh, adalah sebuah Bangsa, dia bukanlah suku, karna Aceh pernah menjadi sebuah Bangsa yang besar jauh-jauh hari sebelum indonesia ada.

Bergabungnya Aceh kedalam NKRI adalah hadiah terbesar dari bangsa Aceh selain Dua buah pesawat sumbangan dari masyarakat Aceh untuk NKRI.

Aceh hanya meminta Otonomi untuk mengatur daeranya sendiri dan menjalankan sari’at Islam secara kaffah di bumi Serambi Mekah tersebut.

Permintaan tersebut hanyalah permintaan kecil bila dibandingkan pengorbanan dan sumbangsih Aceh untuk NKRI.

Berulangkali Pemerintah Indonesia mengingkari janjinya. Berbagai macam ketidak adilan diperlakukan untuk Aceh dari mulai orde lama, orde baru dan orde-orde lainya.

Walau demikian Ulama Aceh tetap diam. Tapi kali ini ulama Aceh akan menyatukan suara terhadap kezaliman yang selama ini di pertontonkan di bumi serambi mekah ini.

Ulama Aceh akan mengadakan Zikir Akbar, do’a bersama (Tolak Bala) dan bermusyawarah terkait sikap Aceh terhadah pemerintah Indonesia kedepan.

Acara tersebut akan di adakan di mesjid Raya Baitul Rahman Banda Aceh pada 15 Agustus mendatang.

Salah seorang Ulama Aceh, “Aby Mujahidin” Mengajak Seluruh Ulama, tokoh masyarakat serta Rakyat Aceh agar dapat meramaikan acara Zikir akbar dan do’a bersama untuk menolak bala juga sebagai wadah untuk menentukan sikap Aceh terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini dinilai merugikan dan dizalimi oleh pemerintah pusat.

Lebih lanjut aby menyatakan dalam ceramahnya, kenyataan pahit yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. “Sudah Delapan bulan pasca musibah banjir yang melanda Nanggro Aceh Darussalam, namun masih banyak warga yang menjadi korban masih mengalami kesulitan pangan dan belum mendapatkan bantuan yang layak serta infrastruktur seperti jembatan yang putus (Belum di perbaiki).

Sementara itu “Yusril Izamahendra” menyatakan, Masyarakat Aceh lebih mendengarkan dan patuh pada Ulamanya. Selama Ulama-ulama Aceh tidak memberontak, selama itulah Aceh masih tetap dalam bingkai NKRI, tapi bila Ulama Aceh sudah memberontak (menentang kebijakan pusat) habislah kita (NKRI), ungkapnya dalam sebuah pidato yang di unggah berbagai media.

 

Merespon hal tersebut, Aktivis LSM Bungong Lam Jaro “Muhammad.Ali C,JB” mengatakan, acara musyawarah para Ulama seluruh Aceh tersebut beritikat baik untuk kepentingan Bangsa Aceh kedepan. Ia beserta seluruh elemen LSM BLJ menyatakan akan mendukung sepenuhnya apapun keputusan yang nanti diambil oleh para Ulama Aceh nantinya.

Menurutnya, Ulama Aceh selama ini diam, Aceh seperti kehilangan tongkat untuk pegangan, karna bagi bangsa Aceh Ulama adalah panutan dan tempat bergantung harapan, tegasnya.

Ia juga menyoroti sejarah panjang perjalanan Aceh Selama lebih dari Delapan dekade dirasa terus-menerus diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat. Nota kesepahaman (MoU Helsinky) yang seharusnya menjadi payung keadilan bagi Aceh, kini hanya tinggal catatan sejarah yang tidak memiliki nilai pelaksanaan yang nyata.

Kini saatnya Bangsa Aceh Bangkit bersama Ulama untuk menentukan sikap Aceh kedepan’ Ungkap Humas LSM BLJ tersebut.

(Team-Red)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warkop Mamarita Gunakan Fasum, Camat Mamajang Lakukan Pembiayaan 

    Warkop Mamarita Gunakan Fasum, Camat Mamajang Lakukan Pembiayaan 

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Makassar – Sergapkriminal. Com.  Kamis 24 September 2026// Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi mengintruksikan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha yang menggunakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), seperti trotoar, bahu jalan, serta area di atas saluran drainase.   Kebijakan yang digencarkan sejak awal 2026 ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi […]

  • Pengembalian Uang Hasil Pungli dan Korupsi Tidak Menghapus Tuntutan Pidana, Apa Pun Dalilnya

    Pengembalian Uang Hasil Pungli dan Korupsi Tidak Menghapus Tuntutan Pidana, Apa Pun Dalilnya

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Khairil
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Aceh Tamiang – Pengembalian uang yang diduga berasal dari praktik pungutan liar (pungli) terhadap korban bencana hidrometeorologi di Kampung Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda , Kabupaten Aceh Tamiang, tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana yang telah terjadi. Jum’at (17/7). Kasus dugaan pungli ini mencuat setelah perangkat Kampung (Desa) Alur Mentawak mengembalikan uang kepada […]

  • Meritokrasi Tumbang, Gadjah Puteh dan FPRM Aceh Soroti Amburadulnya Tata Kelola SDM ASN di Pemko Langsa

    Meritokrasi Tumbang, Gadjah Puteh dan FPRM Aceh Soroti Amburadulnya Tata Kelola SDM ASN di Pemko Langsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 2Komentar

    SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh) – Di saat pemerintah pusat tengah berpacu mengatasi krisis tenaga medis nasional, kebijakan mutasi dan penempatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Langsa justru memunculkan pertanyaan mengenai arah tata kelola sumber daya manusia aparatur sipil negara. LSM Gadjah Puteh menilai rangkaian mutasi yang dilakukan pemerintah kota tidak lagi sekadar berbicara tentang […]

  • Ibu Kamariah Janda Miskin Kehilangan Bantuan BPNT, Anaknya Dinasihati dengan Nada Tegas di Kantor Desa

    Ibu Kamariah Janda Miskin Kehilangan Bantuan BPNT, Anaknya Dinasihati dengan Nada Tegas di Kantor Desa

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

      SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh) Seorang ibu janda bernama Kamariah yang berdomisili di Desa Paya Bujok Tunong, Kota Langsa (Aceh), kini harus menelan kekecewaan setelah statusnya sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dicabut oleh pihak desa. Alasannya cukup menyakitkan bagi keluarga tersebut: pihak desa menggolongkan Ibu Kamariah masuk dalam desil 10, padahal kondisi […]

  • Polres Aceh Tengah Kembali Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Kabupaten, 10 Tersangka di Ringkus

    Polres Aceh Tengah Kembali Ungkap Jaringan Narkotika Lintas Kabupaten, 10 Tersangka di Ringkus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Aceh Tengah –Sergapkriminal.com 13-08-2026 Satresnarkoba Polres Aceh Tengah kembali mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja lintas wilayah yang melibatkan sejumlah daerah di Aceh. Dalam rangkaian pengungkapan pada 7, 8, dan 9 Agustus 2026, polisi mengamankan 10 tersangka yang diduga berperan sebagai kurir, pengguna pengedar hingga pemasok Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., […]

  • Pemerintah Kota Langsa Terima Bantuan Jadup dan Bufferstock Logistik Dari Kemensos RI

    Pemerintah Kota Langsa Terima Bantuan Jadup dan Bufferstock Logistik Dari Kemensos RI

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh)  – Pemerintah Kota Langsa menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan bufferstock logistik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI, Masriani Mansyur, SE, MM, dan diterima langsung oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, SE, […]

expand_less