Breaking News
light_mode
Tags

Sekian Lama Diam, Kini Saatnya Ulama Aceh Turun Gunung, Musyawarah Sikap Aceh Terhadap NKRI.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh) 8/8/2026 – Sebuah wilayah di ujung pulau sumatra yang tak pernah bisa ditaklukan oleh bangsa manapun, kini rela bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Repoblik indonesia (NKRI).

Aceh, adalah sebuah Bangsa, dia bukanlah suku, karna Aceh pernah menjadi sebuah Bangsa yang besar jauh-jauh hari sebelum indonesia ada.

Bergabungnya Aceh kedalam NKRI adalah hadiah terbesar dari bangsa Aceh selain Dua buah pesawat sumbangan dari masyarakat Aceh untuk NKRI.

Aceh hanya meminta Otonomi untuk mengatur daeranya sendiri dan menjalankan sari’at Islam secara kaffah di bumi Serambi Mekah tersebut.

Permintaan tersebut hanyalah permintaan kecil bila dibandingkan pengorbanan dan sumbangsih Aceh untuk NKRI.

Berulangkali Pemerintah Indonesia mengingkari janjinya. Berbagai macam ketidak adilan diperlakukan untuk Aceh dari mulai orde lama, orde baru dan orde-orde lainya.

Walau demikian Ulama Aceh tetap diam. Tapi kali ini ulama Aceh akan menyatukan suara terhadap kezaliman yang selama ini di pertontonkan di bumi serambi mekah ini.

Ulama Aceh akan mengadakan Zikir Akbar, do’a bersama (Tolak Bala) dan bermusyawarah terkait sikap Aceh terhadah pemerintah Indonesia kedepan.

Acara tersebut akan di adakan di mesjid Raya Baitul Rahman Banda Aceh pada 15 Agustus mendatang.

Salah seorang Ulama Aceh, “Aby Mujahidin” Mengajak Seluruh Ulama, tokoh masyarakat serta Rakyat Aceh agar dapat meramaikan acara Zikir akbar dan do’a bersama untuk menolak bala juga sebagai wadah untuk menentukan sikap Aceh terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini dinilai merugikan dan dizalimi oleh pemerintah pusat.

Lebih lanjut aby menyatakan dalam ceramahnya, kenyataan pahit yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. “Sudah Delapan bulan pasca musibah banjir yang melanda Nanggro Aceh Darussalam, namun masih banyak warga yang menjadi korban masih mengalami kesulitan pangan dan belum mendapatkan bantuan yang layak serta infrastruktur seperti jembatan yang putus (Belum di perbaiki).

Sementara itu “Yusril Izamahendra” menyatakan, Masyarakat Aceh lebih mendengarkan dan patuh pada Ulamanya. Selama Ulama-ulama Aceh tidak memberontak, selama itulah Aceh masih tetap dalam bingkai NKRI, tapi bila Ulama Aceh sudah memberontak (menentang kebijakan pusat) habislah kita (NKRI), ungkapnya dalam sebuah pidato yang di unggah berbagai media.

 

Merespon hal tersebut, Aktivis LSM Bungong Lam Jaro “Muhammad.Ali C,JB” mengatakan, acara musyawarah para Ulama seluruh Aceh tersebut beritikat baik untuk kepentingan Bangsa Aceh kedepan. Ia beserta seluruh elemen LSM BLJ menyatakan akan mendukung sepenuhnya apapun keputusan yang nanti diambil oleh para Ulama Aceh nantinya.

Menurutnya, Ulama Aceh selama ini diam, Aceh seperti kehilangan tongkat untuk pegangan, karna bagi bangsa Aceh Ulama adalah panutan dan tempat bergantung harapan, tegasnya.

Ia juga menyoroti sejarah panjang perjalanan Aceh Selama lebih dari Delapan dekade dirasa terus-menerus diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat. Nota kesepahaman (MoU Helsinky) yang seharusnya menjadi payung keadilan bagi Aceh, kini hanya tinggal catatan sejarah yang tidak memiliki nilai pelaksanaan yang nyata.

Kini saatnya Bangsa Aceh Bangkit bersama Ulama untuk menentukan sikap Aceh kedepan’ Ungkap Humas LSM BLJ tersebut.

(Team-Red)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unjuk Rasa Mahasiswa dan Buruh, Seorang Demonstran Mengalami Luka Dibagian Kepala Diduga Akibat Hantaman Pentungan Petugas.

    Unjuk Rasa Mahasiswa dan Buruh, Seorang Demonstran Mengalami Luka Dibagian Kepala Diduga Akibat Hantaman Pentungan Petugas.

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Makassar, 14 September 2026 – Ratusan demonstran yang terdiri dari aliansi buruh, mahasiswa, hingga warga sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kota Makassar, Sulawesi Selatan berakhir ricuh (Sulsel), Senin (14/9/2026).   Dilokasi menunjukkan massa aksi mulai mendatangi dan menggeruduk kantor Pertamina secara tertib dan […]

  • Koordinator AMP Sultra Soroti Aktivitas Land Clearing PT. JNP Kwatir Cemari Sawah Warga

    Koordinator AMP Sultra Soroti Aktivitas Land Clearing PT. JNP Kwatir Cemari Sawah Warga

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | KOLAKA – Koordinator Aktivis Mahasiswa Pemuda Sulawesi Tenggara (AMP Sultra), Ruslan Sultra, secara tegas menyoroti dugaan aktivitas pembukaan lahan (land clearing) oleh PT Jaya Nikel Pacific (JNP) di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Aktivitas korporasi tersebut diduga kuat berjalan tanpa terlebih dahulu mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).   Dugaan pelanggaran […]

  • Proyek Peninggian Badan Jalan Pokir Anggota DPRK Aceh Tamiang Rp139 Juta Diduga Dikerjakan Asal Jadi

    Proyek Peninggian Badan Jalan Pokir Anggota DPRK Aceh Tamiang Rp139 Juta Diduga Dikerjakan Asal Jadi

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    ACEH TAMIANG — Sergapkriminal. Com Sorotan tajam kembali mengarah pada kualitas pelaksanaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), khususnya Dana Alokasi Khusus/Pokir salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Proyek peninggian badan jalan yang berlokasi di Dusun Sisiro, Kampung Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, dinilai warga dikerjakan asal jadi dan […]

  • Dek Fadh Tekankan Disiplin, Solidaritas,dan Kepedulian Sosial dalam Diklat Laskar Gerindra

    Dek Fadh Tekankan Disiplin, Solidaritas,dan Kepedulian Sosial dalam Diklat Laskar Gerindra

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Dila Andrian
    • visibility 130
    • 0Komentar

    SergabKriminal.com, | Aceh Barat – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh menjadi Inspektur Upacara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Aceh yang digelar di Lapangan Jantho Sport Center, Aceh Besar, Jumat 25/9/2026.   Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan DPP Gerindra Rizaldi, tokoh ulama Abi Daud, Kapolda Aceh, Plt Sekda Aceh, serta […]

  • DUGAAN PATOKAN DANA STIMULAN OLEH OKNUM APARAT DI GAMPONG MANE TUNONG 

    DUGAAN PATOKAN DANA STIMULAN OLEH OKNUM APARAT DI GAMPONG MANE TUNONG 

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Macan
    • visibility 57
    • 2Komentar

      SergapKriminsalCom, Aceh Utara — Masyarakat mempertanyakan adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp200.000 kepada setiap kepala keluarga (KK) penerima jatah Dana Stimulan Rp.3000.000 per KK di Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara,Selasa(29/9/2026). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa terdapat sekitar 422 KK yang menjadi penerima Dana Stimulan. Apabila benar seluruh penerima diminta Rp200.000 […]

  • DIRHUKUM LAKINDO Sulsel Desak Polda Sulsel & Mabes Polri Segera Tahan Bupati Gowa Husniah Talenrang

    DIRHUKUM LAKINDO Sulsel Desak Polda Sulsel & Mabes Polri Segera Tahan Bupati Gowa Husniah Talenrang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | MAKASSAR 30/09/2026 – Direktur Hukum (Dirhukum) Lembaga Analisis Anti Korupsi (LAKINDO) Sulawesi Selatan Irfan Harris mendesak Polda Sulsel dan Mabes Polri, khususnya Kortastipidkor Polri, untuk menahan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan sejumlah perizinan lainnya di Kabupaten Gowa. […]

expand_less