Breaking News
light_mode
Tags

Disinyalir Ada Yang Bermain Dibalik Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Sungai Raya Aceh Timur

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SergapKriminal.Com | Aceh Timur 04 Mei 2026 – Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan pengelolaan dana desa di salah satu Gampong, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, kembali memanas. Kali ini, dugaan kuat menyebut bahwa suami dari Sekretaris Desa (Sekdes) yang juga merangkap sebagai Geuchik tersebut turut bermain dan mengintervensi urusan pemerintahan desa.

Disinyalir Ada Yang Bremain Dibalik Dugaan Penyelewengan Dana Desa di Sungai Raya Aceh Timur

Hal ini terungkap setelah tim media SijiAceh.Com berusaha mengonfirmasi terkait pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Terkait Polemik di Sungai Raya, Oknum Sekdes dan Ketua Organisasi Ilegal Salah Kaprah”.

Menolak Dikonfirmasi, Suami Marah-marahMenariknya, saat pihak media mencoba meminta keterangan kepada oknum Sekdes yang bersangkutan, ia sama sekali tidak memberikan tanggapan. Ternyata, diamnya Sekdes tersebut diduga lantaran dilarang oleh suaminya untuk berbicara dengan laki-laki, termasuk dengan awak media.

Bukti rekaman percakapan menunjukkan, pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 12:04 WIB, seseorang yang mengaku sebagai suami Sekdes tersebut menelepon awak media dengan nada emosi dan marah-marah.

Ia menanyakan kesalahan istrinya dan menuding pemberitaan yang dimuat tidak berimbang.

“Kenapa beritanya begitu? Salah apa istri saya?” ujarnya lewat telepon dengan nada tinggi.

Menanggapi hal tersebut, awak media menjelaskan bahwa tim sudah berusaha menghubungi Sekdes namun tidak digubris.

“Kan tidak mungkin kalau tidak ada tanggapan, berita tidak kami tayangkan. Kalau tidak ada jawaban, maka berita tetap kami muat dengan keterangan bahwa yang bersangkutan enggan dikonfirmasi,” tegas awak media.

Mengaku Istrinya Dilarang Bicara dengan Laki-laki

Sekitar pukul 13:36 WIB, pria tersebut kembali menelepon dan menawarkan diri untuk bertemu guna memberikan konfirmasi mewakili istrinya. Tawaran ini langsung ditolak mentah-mentah oleh awak media, mengingat yang harus memberikan keterangan resmi adalah yang bersangkutan, bukan orang lain.

Dalam pembelaannya, suami Sekdes itu justru melontarkan alasan yang dinilai aneh.

“Dia itu istri saya, apa boleh dia  boleh bicara dengan laki-laki lain?,” tanyanya.

Mendengar jawaban tersebut, pihak media mempertanyakan logika tersebut. Pasalnya, istrinya menjabat sebagai Sekdes bahkan merangkap Geuchik, yang mana dalam tugasnya pasti berinteraksi dengan masyarakat luas, termasuk laki-laki.

“Bagaimana ia memimpin dan melayani warga jika dilarang bicara dengan laki-laki?” tanya awak media.

Intimidasi hingga Tawaran UangKetika terpojok dan tidak mampu menjawab, pria tersebut beralih melakukan intimidasi. Ia menyombongkan diri memiliki kenalan dan keluarga di kepolisian maupun militer.

“Saya punya kenalan di Polda, punya famili di Kodam. Mau saya telepon sekarang?” ancamnya.


Dengan tegas awak media menjawab, “Silahkan.”

Gagal mengintimidasi, pria tersebut lantas mencoba menyuap dengan menawarkan sejumlah uang. Ia bertanya berapa bayaran yang diterima awak media untuk memuat berita tersebut.

“Sayakan punya uang juga. Itu mobil saya tidak ada dua nya di Kota Langsa. Kita tahu bagaimana wartawan, ujung-ujungnya kan uang. Sekarang sebutkan angkanya,” ucapnya (dalam bahasa Aceh)

Bahkan ia mengaku pernah memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada wartawan lain yang sebelumnya memberitakan masalah pembangunan parit di desa tersebut.

“Berapa kamu dibayar untuk naikkan berita? Sebutkan saja angkanya,” tambahnya.

Tegas Tolak Suap

Tawaran suap tersebut langsung ditolak dengan tegas oleh awak media SijiAceh.Com.

“Saya tidak terima sepeser pun dari narasumber. Kalau Abang mau bayar, datangi narasumber saya yang sudah Abang kenal itu, berikan uang itu kepadanya. Saya tidak akan menerima uang sepeser pun dan dari siapapun terkait kasus ini,” jawab awak media.

“Perlu Abang ketahui, rambut sama hitam, tapi jalan pikiran berbeda-beda. Jangan pernah samakan saya dengan wartawan yang pernah Abang kenal sebelumnya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tugas media adalah sebagai kontrol sosial yang tidak memihak. Media hanya menulis apa yang dilaporkan masyarakat dan apa jawaban dari pihak terkait.

“Tugas saya menulis laporan masyarakat dan jawaban dari Anda. Masalah mana yang benar dan salah, masyarakatlah yang menilai,” pungkasnya.

Dari rangkaian kejadian ini, semakin menguatkan dugaan bahwa suami oknum Sekdes tersebut sangat dominan dan diduga kuat turut campur tangan bahkan ‘bermain’ dalam setiap kebijakan, termasuk pengelolaan keuangan desa saat istrinya merangkap jabatan.(*)

 
(Ali)
  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Lhokseumawe Serahkan Kursi Roda kepada Dua Lansia di Pondok Pesantren Baitul Izzah

    Kapolres Lhokseumawe Serahkan Kursi Roda kepada Dua Lansia di Pondok Pesantren Baitul Izzah

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | LHOKSEUMAWE (Aceh) – Wujud kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia (lansia), Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. menyerahkan bantuan dua unit kursi roda kepada dua warga lansia di Pondok Pesantren Baitul Izzah LDII, Gampong Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Minggu (2/8/2026) siang. Penyerahan bantuan turut dihadiri Kabag Ops Polres […]

  • HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

    HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Tegaskan Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Aceh

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Kota Langsa (Aceh) – Pendidikan menjadi fondasi utama dalam menentukan masa depan Aceh. Semangat memajukan pendidikan dan menyiapkan generasi masa depan kembali ditegaskan Pemerintah Kota Langsa dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67, Rabu (2/9/2026). Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan Aceh sangat ditentukan […]

  • Ada Apa dengan Polda Banten? Klaim Prematur Kasus Penculikan Aktivis Lebak Jadi Sorotan Tajam

    Ada Apa dengan Polda Banten? Klaim Prematur Kasus Penculikan Aktivis Lebak Jadi Sorotan Tajam

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SregapKriminal.Com | SERANG – Transparansi dan profesionalitas Kepolisian Daerah (Polda) Banten kini diuji cermat dan menuai kritik tajam dari elemen masyarakat serta aktivis hukum. Hal ini menyusul pernyataan dinilai terburu-buru yang menyimpulkan Ketua DPRD Lebak, dr. Juwita Wulandari, tidak terlibat dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap aktivis LSM Fam Fuk Tjhong atau akrab disapa […]

  • AKQ Gagasan Gerakan Wakaf Ilmu: 1.000 Masjid Dan TPA

    AKQ Gagasan Gerakan Wakaf Ilmu: 1.000 Masjid Dan TPA

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Minggu 9 Agustus 2026 SergapKriminal.com | MEULABOH (ACEH BARAT) — Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) menggagas Gerakan Wakaf Ilmu AKQ: 1.000 Masjid & TPA, sebagai ikhtiar menghadirkan buku dan ilmu Qur’ani langsung ke tempat masyarakat belajar. Gerakan ini lahir dari kegelisahan atas persoalan literasi Al-Qur’an yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. AKQ tidak ingin persoalan […]

  • Langsa Tuan Rumah High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh 2026, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

    Langsa Tuan Rumah High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh 2026, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

      SergapKriminal.Com | Kota Langsa – Pemerintah Kota Langsa menjadi tuan rumah High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Aceh Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Bank Indonesia di Aula Hotel Harmoni, Kota Langsa, Senin (6/7/2026).   Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris […]

  • Menyikapi Isu Tambang Pasir Sabulakoa, Andi: Karang Taruna Harus Solutif, Jangan Matikan Mata Pencaharian Warga

    Menyikapi Isu Tambang Pasir Sabulakoa, Andi: Karang Taruna Harus Solutif, Jangan Matikan Mata Pencaharian Warga

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KONSEL, — Sergapkriminal. Com Pernyataan Ketua Karang Taruna Kecamatan Sabulakoa, Andriawan Tawulo, terkait aktivitas penambangan pasir galian C di DAS Kali Konaweha menuai tanggapan kritis dari tokoh pemuda Konawe Selatan (Konsel), Andi.   Andi menilai pandangan yang disampaikan pihak Karang Taruna cenderung kaku dan tidak melihat persoalan secara utuh. Menurutnya, mengkritik dan menjustifikasi suatu kegiatan […]

expand_less