Breaking News
light_mode
Tags

Refleksi atas Peringatan yang Pernah Mengguncang Dunia Pendidikan Aceh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OPINI

Oleh: Ustadz Syamsul Kamal

SYARIAT TEGAK, LITERASI AL-QUR’AN TERTINGGAL: SUDAHKAH ACEH BERUBAH?

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

SergapKriminal.Com | Aceh Barat 5/8/2026 – Beberapa tahun lalu, masyarakat Aceh pernah dikejutkan oleh sebuah pernyataan yang menyita perhatian publik. Saat itu, Rektor Universitas Syiah Kuala menyampaikan bahwa sekitar **82 persen mahasiswa baru belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik**. Pernyataan tersebut menjadi perbincangan luas sekaligus peringatan keras bagi dunia pendidikan dan masyarakat Aceh.

 

Pernyataan tersebut bukan sekadar berita yang menghebohkan, melainkan sebuah alarm bagi dunia pendidikan Aceh. Lebih dari sekadar angka, pernyataan itu mengingatkan kita bahwa literasi Al-Qur’an merupakan fondasi utama dalam membangun generasi Islami. Pertanyaannya, setelah bertahun-tahun berlalu, apakah alarm itu telah kita jawab dengan kerja nyata? Sudahkah literasi Al-Qur’an di Aceh mengalami perubahan yang signifikan, atau justru persoalan yang sama masih menjadi pekerjaan rumah bersama?

 

Aceh dikenal sebagai **Serambi Makkah**, sebuah negeri yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat penyebaran Islam di Nusantara. Dari bumi inilah lahir ulama-ulama besar yang mewarnai peradaban Islam, berdiri ribuan masjid dan ratusan dayah, serta Aceh memperoleh kekhususan dalam penerapan syariat Islam. Semua itu merupakan anugerah sekaligus amanah yang patut disyukuri.

 

Namun, kebanggaan sejarah saja tidaklah cukup. Keberhasilan syariat tidak hanya diukur dari tegaknya qanun atau banyaknya simbol-simbol keagamaan, tetapi juga dari seberapa dekat masyarakat dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

 

Ironisnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, masih kita jumpai anak-anak yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Tidak sedikit remaja yang lebih akrab dengan media sosial daripada mushaf. Bahkan, banyak orang dewasa yang semakin jarang meluangkan waktu untuk membaca, memahami, mentadabburi, dan mengamalkan firman Allah SWT.

Padahal, wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW bukanlah perintah mendirikan pemerintahan atau menegakkan hukum, melainkan firman Allah:

“Iqra’…” (Bacalah).

(QS. Al-‘Alaq: 1)

Perintah ini menunjukkan bahwa membangun peradaban Islam dimulai dari budaya membaca, belajar, memahami, dan mengamalkan wahyu.

Karena itu, krisis literasi Qur’ani bukan sekadar persoalan belum lancar membaca huruf hijaiyah. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika Al-Qur’an semakin jauh dari kehidupan sehari-hari. Banyak yang mampu melafalkan ayat-ayat-Nya, tetapi belum menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir, bekerja, memimpin, mendidik anak, bermuamalah, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan.

Lalu, siapakah yang harus bertanggung jawab?

Apakah pemerintah?

Ya. Pemerintah memiliki tanggung jawab menghadirkan kebijakan yang memperkuat pendidikan Al-Qur’an serta memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan Qur’ani yang berkualitas.

Apakah ulama dan guru?

Tentu. Mereka adalah pewaris para nabi yang membimbing umat dan mendidik generasi dengan ilmu, hikmah, dan keteladanan.

Apakah sekolah, dayah, dan TPQ?

Sudah pasti. Lembaga-lembaga inilah yang menjadi garda terdepan dalam membangun literasi Qur’ani sejak usia dini.

Apakah orang tua?

Justru merekalah pendidik pertama dan utama. Rumah adalah madrasah pertama, dan keluarga adalah tempat pertama anak mengenal Al-Qur’an.

Dengan demikian, membangun generasi Qur’ani bukanlah tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

Aceh sebenarnya memiliki modal yang sangat besar. Ribuan masjid berdiri megah. Dayah tumbuh hampir di seluruh wilayah. TPQ hadir hingga pelosok desa. Semangat masyarakat terhadap Islam pun masih sangat kuat.

 

Yang perlu diperkuat bukan sekadar menambah jumlah lembaga, tetapi meningkatkan kualitas pembelajaran, membiasakan membaca Al-Qur’an sejak usia dini, menghadirkan inovasi dalam metode pembelajaran, serta membangun gerakan literasi Qur’ani yang berkelanjutan di rumah, sekolah, masjid, dayah, kampus, dan ruang-ruang publik.

 

Sudah saatnya keberhasilan syariat juga diukur dari meningkatnya kemampuan masyarakat membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami kandungannya, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam membangun peradaban.

 

Pernyataan yang pernah disampaikan Rektor Universitas Syiah Kuala beberapa tahun lalu hendaknya tidak berhenti sebagai berita yang kemudian dilupakan. Sebaliknya, ia harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melakukan evaluasi. Bila kondisi literasi Al-Qur’an kini telah membaik, tentu patut kita syukuri. Namun bila tantangan itu masih ada, maka pekerjaan besar membangun generasi Qur’ani belum selesai.

Maka ketika muncul pertanyaan, “Siapa yang salah?”, jawaban yang paling bijaksana adalah:

Bukan saatnya mencari siapa yang salah, tetapi saatnya setiap kita bertanya, “Apa yang sudah saya lakukan agar Al-Qur’an kembali hidup di rumah, di sekolah, di masjid, di kampus, dan di tengah masyarakat?

Aceh tidak akan benar-benar menjadi **Serambi Makkah** hanya karena kebesaran sejarah atau tegaknya syariat. Aceh akan kembali menjadi Serambi Makkah ketika Al-Qur’an benar-benar hidup di hati masyarakatnya, menjadi cahaya dalam akhlaknya, pendidikannya, keluarganya, kepemimpinannya, serta seluruh sendi kehidupannya.

Jika Al-Qur’an kembali menjadi budaya, maka syariat akan hidup bukan hanya dalam aturan, tetapi juga dalam hati, akhlak, dan perilaku masyarakat. Di situlah hakikat kejayaan Aceh sebagai Serambi Makkah akan benar-benar terwujud.

Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

(Rj)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Narkoba Dilepas, Diduga Beri Uang Pelicin ke Oknum BNN Palopo dan BNNP Sulawesi Selatan.

    Pelaku Narkoba Dilepas, Diduga Beri Uang Pelicin ke Oknum BNN Palopo dan BNNP Sulawesi Selatan.

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | MAKASSAR — BNN Kota Palopo dan BNNP Sulawesi Selatan kembali diterpa isu tidak enak, hal itu setelah diduga melepaskan salah satu pelaku narkoba dengan jaminan pembayaran uang sogokan sebesar Rp 30 juta. ‎ ‎Dari informasi yang dihimpun, pelaku narkoba yang memiliki peran sebagai penjual barang haram tersebut ditangkap oleh jajaran BNN Palopo dan […]

  • Beredar Nomor WA Palsu Atasnama Pejabat Pemkab. Aceh Tamiang

    Beredar Nomor WA Palsu Atasnama Pejabat Pemkab. Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Aceh Tamiang – Sergapkriminal.Com Kamis, (2/7/26) Masyarakat Aceh Tamiang dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru saja dilantik pada Rabu, 1 Juli 2025. Pasalnya, hari ini beberapa ASN mengaku menerima pesan maupun panggilan dari nomor tak dikenal yang menggunakan foto profil dan identitas […]

  • Dugaan Mark Up & Material Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Revitalisasi SD Negeri Air Mancur Disorot Tajam – Publik Minta APH Turun Tangan   

    Dugaan Mark Up & Material Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Revitalisasi SD Negeri Air Mancur Disorot Tajam – Publik Minta APH Turun Tangan  

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 360
    • 1Komentar

    ACEH TAMIANG – Sergapkriminal.Com Angka gelap pengadaan dan kualitas pekerjaan kembali menodai pelaksanaan pembangunan pendidikan. Proyek revitalisasi SD Negeri Air Mancur, Kampung Alur Selebu, Kecamatan Kejuruan Muda, kini menjadi sorotan tajam publik. Diduga kuat terjadi praktik penandaan harga (mark‑up) serta penggunaan bahan bangunan yang jauh di bawah standar Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis […]

  • Bentuk Dukungan ke IMT-GT ke-32, Komunitas Pengungsi Somalia di Medan Batalkan Aksi Unjuk Rasa

    Bentuk Dukungan ke IMT-GT ke-32, Komunitas Pengungsi Somalia di Medan Batalkan Aksi Unjuk Rasa

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MEDAN,— Sergapkriminal. Com.  Komunitas pengungsi asal Somalia yang berdomisili di Kota Medan menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran dan keamanan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32. Sebagai bentuk dukungan nyata, mereka sepakat untuk membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang sebelumnya dijadwalkan di wilayah tersebut.   Keputusan ini diambil setelah jajaran komunitas pengungsi Somalia […]

  • Pemerintah Cari Jalan Tengah Penanganan Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

    Pemerintah Cari Jalan Tengah Penanganan Sumur Minyak Rakyat di Aceh Timur

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    SergapKriminal.Com | Aceh Timur – Di balik aktivitas pengeboran sumur minyak tradisional yang menjadi penopang ekonomi sebagian warga Aceh Timur, tersimpan persoalan hukum, keselamatan kerja, hingga ancaman kerusakan lingkungan. Pemerintah daerah bersama Kepolisian, regulator migas, dan pemangku kepentingan kini berupaya mencari titik temu agar aktivitas yang selama ini berlangsung di luar koridor hukum dapat bertransformasi […]

  • Gabungan Ormas dan Tokoh Masyarakat Puji Gercep Polres Tanjungbalai Ungkap Bandar Narkoba Vape jaringan Internasional

    Gabungan Ormas dan Tokoh Masyarakat Puji Gercep Polres Tanjungbalai Ungkap Bandar Narkoba Vape jaringan Internasional

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Muttaqin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    TANJUNGBALAI — Sergapkriminal.com (2/9/2026) – Gelombang dukungan dan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat membanjiri Markas Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai, jajaran Polda Sumatera Utara. Puluhan papan bunga ucapan selamat memenuhi halaman Mapolres sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan cepat tanggap (gercep) Personel Satresnarkoba, khususnya Unit II, dalam membongkar jaringan narkoba internasional dan menangkap bandar besar berinisial A. […]

expand_less